Tuesday, March 16, 2010

Born To Protect you

-+-Format Ffic-+-
Title :Born to Protect You
Fandom :KHR
Author : Rion Fuyushita
Rating :T
Genre :Angst/Hurt/Comfort
Character : 1827 dan AlauGio
Discalimed : Alaude, Hibari, Tsuna, ma Gio bukan punya saya tapi Amano Akira XP


Aku terlahir untuk melindungimu....
Meskipun aku tidak ada disampingmu, percayalah kalau aku akan selalu ada disampingmu...
Meskipun kita berpisah dikehidupan sekarang...
Aku yakin kita akan bertemu dikehidupan yang akan datang,
Dan aku akan terus melindungimu...



"...To... Giotto...."

'Suara itu, aku mengenalnya....'

"Oi Giotto!"

Laki-laki berambut cokelat itu menguncang-guncangkan badan sang primo de Vongola yang sedang tertidur disana. Laki-laki itu membuka matanya sembari megejap sejenak untuk memperjelas apa yang ada disekitarnya. "Ada apa Allaude...?"

"Ada apa katamu?! Lihat ini!" Dengan ekspresi tidak berubah, Cloud Guardian pertama Vongola itu memperlihatkan setumpuk misi yang belum disentuh sama sekali.

Melihat itu, Giotto hanya bisa terduduk lemas dan menyenderkan kepalanya diatas meja. "Bi-bisakah kita istirahat sebentar?"

"Apa kau bilang?" Alaude bersiap dengan borgol yang ada ditangannya lengkap dengan flame ungu yang menjadi ciri khas dia sebagai Cloud Guardian.

"T-tidak... Aku akan mengerjakannya." Giotto langsung mengambil sebagian pekerjaan itu dan menyelesaikannya. Pekerjaan itu tidak habis-habisnya dikerjakan oleh Giotto sampai dia kurang tidur malam itu. Beberapa kali dia terlihat menguap tetapi cepat-cepat dia sembunyikan ketika melihat deathglare yang dikeluarkan oleh Alaude.

"..." Alaude hanya melihatnya dan berjalan keluar dari ruangan itu. Dan beberapa saat kemudian dia kembali dengan membawa secangkir kopi hangat yang dibuatnya. "Hanya untuk minum, lalu selesaikan pekerjaanmu lagi."

Giotto sejenak terdiam melihat Alaude yang menyodorkan minuman itu mukanya memerah sejenak dan tersenyum sambil mengambil minuman yang ada ditangan guardiannya itu. "Terima kasih..." Jawabnya seraya tersenyum.

Meskipun dia selalu berkata kasar, dia adalah orang yang paling mengerti diriku

"Akhirnya selesai!!!!!" Giotto merengangkan tangannya dan melihat keluar jendela yang ada dibelakangnya. Langit berwarna biru kala itu dan angin berhembus sepoi-sepoi.

"Jangan senang dulu...." Alaude membuka pintu dan membawa beberapa daftar yang ada ditangannya.

"Setelah ini, akan ada beberapa pertemuan dan juga rapat yang harus kau hadiri..."

Perkataan Alaude langsung membuat Giotto lemas dan juga hanya bisa pasrah. "Lalu apa acaranya?"
Alaude melihat kearah Giotto dan membuang kertas yang ada ditangannya. "Ikut saja denganku..." Alaude membalikkan badan dan akan berjalan keluar dari sana.

"Eh? Kemana?" Giotto terlihat bingung melihat Alaude.

"Ikut saja..." Alaude mendeathglare Giotto membuatnya mengangguk dan berkeringat dingin seraya berjalan mengikuti Alaude.



"Sebenarnya kita mau kemana Alaude? Aku sudah lelah untuk berjalan..." Gerutu Giotto sambil tetap memegang tangan Alaude karena Alaude menyuruhnya untuk menutup mata.

"Jangan berisik dan ikut saja!" Alaude trus menarik tangan Giotto menuju kesuatu tempat. Dan beberapa saat kemudian, mereka tiba disuatu tempat dan Alaude menghentikan langkahnya. "Baiklah, sekarang kau bisa membuka matamu..."

Giotto membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Sebuah bukit yang ditumbuhi oleh rerumputan hijau dan juga beberapa pohon. "Indahnya...." Giotto berjalan mengelilingi bukit itu.

"Lihat itu..." Alaude menunjuk kearah langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang.

Giotto terlihat terkesima oleh pemandangan malam itu. Matanya memancarkan kebahagiaan yang amat sangat. Bukan karena bintang-bintang itu atau pekerjaannya yang sudah terselesaikan, tetapi karena dia hanya berdua, bersama dengannya. Dengan orang yang dia sayangi...

Giotto duduk dan merebahkan badannya diatas rerumputan itu dan memandangi langit yang penuh dengan bintang itu.

"Hei jangan berbaring disana, kau mau aku menghancurkan markas vongola karena bertengkar dengan G?" Jawab Alaude lalu dia segera duduk disebelah Giotto.

"Ah, tidak apa-apa! Aku sudah lama tidak merasakan udara sesegar ini, aku ingin sekali bebas seperti ini..." Giotto tersenyum dan tetap perebahkan tubuhnya. Lalu matanya tertuju pada satu gerakan di angkasa. "Ah, bintang jatuh! Orang-orang berkata kalau kita memohon pada bintang jatuh, maka permohonan kita akan dikabulkan!" Jawab Giotto sambil melihat kearah Alaude.

Tetapi, alaude malah memandangnya dengan tatapan aneh. "Kau bodoh, kau kira berapa usiamu sekarang Giotto?" Tanya Alaude membuat Giotto menjadi tersinggung dan hanya tersenyum.

"Terserah aku akan percaya atau tidak bukan? Ah, bintangnya sudah pergi...." Giotto terlihat kecewa dengan apa yang dilihatnya. Mereka berada disana beberapa saat sebelum akhirnya Alaude berdiri dan membenahi bajunya.

"Baiklah, liburan sudah selesai. Ayo kita kembali, atau G dan aku akan merusak semua yang ada di markas..." Alaude hanya mengatakan itu sambil membelakangi Giotto.

"Baiklah!" Giotto berdiri dan akan menghampiri Alaude. Ketika Alaude menoleh kebelakang, yang ia lihat bukan Giotto tetapi langit yang ada dibelakangnya.

"Lihat itu..." Alaude menunjuk kearah langit, dan ketika Giotto melihatnya yang mereka lihat adalah hujan meteor.

"Wow! Indah sekali!" Giotto berlari kedepan tebing dan melihat meteor-meteor itu. "hei Alaude, ayo kita buat permintaan!" Giotto menoleh kearah Alaude sambil tersenyum. Alaude segera mendekati Giotto dan memandangi langit itu.

"Apakah kau berfikir aku akan melakukannya?" Jawab Alaude dingin.

"Sepertinya tidak..." Giotto tersenyum tipis melihat Alaude. Lalu dia menutup matanya dan memohon sebuah permohonan. "Kuharap... Semua orang bahagia selamanya... Dan kuharap..." Giotto melihat Alaude. "Aku bisa bersama dengannya selamanya... Di kehidupan sekarang, dan dikehidupan yang akan datang..."

Memohon kepada bintang adalah hal terbodoh yang pernah difikirkan oleh Alaude. Tetapi untuk malam ini saja, didalam hatinya dia memohon satu permintaan pada jutaan bintang yang ada diatas. "Kuharap aku bisa melindunginya... Kapanpun, dikehidupan ini, ataupun dikehidupan yang akan datang..."



BANG BANG BANG!

Suara pistol terdengar diseluruh bagian dari tempat itu. Terjadi pertempuran besar-besaran antara kelompok Vongola dan juga Riservatto *ditendang karena pake klan OOC*. Giotto masih dengan Hyper Dying modenya mencoba untuk menyerang beberapa musuh yang ada disekitarnya. G, Ugetsu, dan juga Spade melindungi sisi lain dari tempat yang menjadi markas utama Vongola itu. Musuh mengetahui markas vongola dan segera mengirimkan orang yang melebih para pengawal vongola yang waktu itu sedang bertugas.

Giotto kali ini ditemani oleh Ugetsu mencoba melindungi sisi depan. Sedangkan Alaude sedang tidak ditempat dikarenakan mendapatkan misi yang lainnya. "Giotto-dono, musuh semakin mendekati markas kita, bagaimana ini?!" Ugetsu yang berada tidak jauh dari Giotto berteriak sambil terus menggunakan Cambio Forma menyerang beberapa orang disana.

"Sial... kita kalah jumlah..." Giotto mencoba untuk menyerang menggunakan Zero point breakthrough.

"Uagh!" Tiba-tiba sebuah suara terengar dari tengah-tengah kepungan musuh. Dalam beberapa menit saja beberapa musuh sudah tumbang. Giotto melihat kearah suara itu dan tersenyum ketika melihat orang yang ada disana.

"Kau terlambat..." Giotto melihat kearah Alaude yang baru saja datang sudah menghabisi beberapa musuh yang menghalanginya.

"hmph, sepertinya kalian tidak bisa apa-apa tanpa aku..." Alaude dengan tetap nada sinisnya itu.

"Alaude-dono, syukurlah kau kembali!" Ugetsu langsung menghampiri Alaude.

"Jangan senang dulu, musuh kita akan terus bertambah..."

"Tenang saja, ini akan segera berakhir..." Giotto bersiap dengan Hyper Dying Mode yang sudah bertambah kekuatannya.

"Primo, awas dibelakangmu!" G yang tiba-tiba berlari kearah Giotto berteriak, dan ada seseorang yang akan menembak Giotto.

BANG!

Giotto yang tidak sempat untuk menghindar hanya terdiam saja. Tetapi, yang terkena peluru itu adalah...

"..." Giotto hanya terdiam melihat rambut cokelat itu menghalangi pandangannya menuju keorang yang akan menembaknya. Peluru melesat menembus tubuh orang itu, dan hanya darah yang ia lihat kala itu.

"Alaude!" G akan menghampiri Giotto dan juga Alaude yang sekarang ini terjatuh didepan Giotto.

"Tunggu, ada yang aneh dengan Giotto!" Spade menghentikan langkah G dan melihat kearah Giotto.

"...Alaude... kau tidak apa-apa?" Tidak ada jawaban dari tubuh itu. Hanya merah darah yang keluar dari tubuhnya. Semua musuh yang ada disekitar Giotto yang tadi terdiam sejenak langsung berlari dan akan menyerang Giotto dengan flame box milik mereka semua. "KALIAN!" Giotto menatap mereka dengan tatapan membunuh, dan dalam sekejap Flame yang dikeluarkan Giotto membesar dan semua musuh yang ada disekitarnya membeku karena Zero point breakthrough yang dikeluarkan Giotto.

"Primo..." G akan menghampiri Giotto yang sekarang ini hanya terduduk sambil menompang kepala Alaude. Tetapi, Spade dan Ugetsu langsung menghentikannya dan mengeleng pelan.

Sementara Giotto hanya bisa terdiam. Hyper Dying Mode menghilang dan air mata keluar dari mata Giotto. "Alaude.... kumohon, bangunlah..." Giotto hanya bisa menangis melihat Alaude yang tidak sadarkan diri. Hujan tiba-tiba turun, dan membasahi mereka berdua. Dan menandai selesainya pertarungan itu. "Aku... Aku..."

Tiba-tiba tangan yang dingin itu bergerak dan memegang pipi Giotto, menghapus air mata yang keluar dari matanya itu. "Jangan menangis..." Suara Alaude terdengar lirih dan juga pelan.

"Kenapa.... Kenapa kau malah menghalangi orang itu... Aku... Lebih baik aku yang ma-" Sebelum Giotto menyelesaikan perkataannya, Alaude mengeleng dan menaruh telunjuknya di mulut Tsuna.

"Bukankah... Seharusnya sebagai pemimpin Vongola kau tahu... Tugas, seorang guardian... adalah melindungi pemimpinnya... Dan aku sudah menyelesaikan pekerjaanku sebagai seorang guardian..." Jawab Alaude tersenyum tipis.

"Te-tetapi aku tidak ingin... Aku lemah...." Giotto tetap menangis melihat Alaude yang ada dipelukannya.
"Kumohon, bertahanlah..."

Alaude tersenyum dan memegang pipi Giotto. Dia mendekatkan mukanya kearah Giotto dan dengan perlahan menciumnya. "Ini... bukan suatu perpisahan... Suatu saat, dikehidupan yang lain... Kita akan bertemu... Dan disaat itu, aku akan tetap melindungimu..." Alaude tersenyum. Perlahan-lahan, tangan yang dingin itu terjatuh ke tanah dan matanya tertutup untuk selamanya.



"Na.... Tsuna...."

'Suara itu lagi....'

"Sawada Tsunayoshi!" Suara itu meninggi membuat laki-laki berambut cokelat itu terbangun dari tidurnya. Bos kesepuluh Vongola itu melihat kearah orang yang membangunkannya.

"A-ah Hibari-san, kenapa..." Dia mengucek matanya dan belum tersadar sepenuhnya.

"Kau tanya kenapa?! Lihat ini!" Hibari menunjuk pekerjaan yang menumpuk didepan matanya.

"Aw, Hibari-san... bisakah aku berisirahat sebentar?" Tsuna hanya bisa terkulai lemas dimejanya. Tetapi deathglare dari Hibari membuatnya mengerjakan tugas itu kembali. "A-aku mengerti!"

Hibari melihat kearah Tsuna, Bekas air mata tampak disana. "Kau baru bermimpi buruk?" Hibari menyeka bekas air mata itu, membuat wajah Tsuna otomatis memerah.

"E-eh sepertinya..."

"Sepertinya?" Hibari kesal dengan jawaban dari Tsuna.

"B-begitulah..." Satu pukulan melayang dikepala Tsuna. "I-Itai HIbari-san...."

"Aku akan kembali... Selesaikan pekerjaanmu." Hibari membalikkan badannya dan akan keluar dari sana. Tsuna menangkap sosok seseorang, dan tanpa sadar dia menahan Hibari untuk pergi. HIbari terkejut dan melihat Tsuna. "Ada apa, Sawada Tsunayoshi?"

"E-eh tidak apa-apa... Cepatlah kembali..." Jawab Tsuna melepaskan tangannya.

Hibari hanya diam dan berjalan kearah pintu. Tetapi senyuman kecil terlihat di mulutnya.

Sampai kapanpun,
Dimanapun,
Dan dalam situasi apapun,
Aku akan selalu ada disampingmu...
Untuk melindungimu...
Karena aku terlahir, memang untuk melindungimu.

Request?


Yah, mungkin ga ada yang mau nulis ni post ya. 
*trus buat apa lw tulis!*
Yah, yang tertarik buat rikues ffic sama gw boleh kok, silahkan aja~
Fandom yang sekarang diikuti :
-Persona
-KHR
-ES 21
-Naruto
-Ouran Host Club
-Princess of Tennis

Kalau ada yang mau request diluar itu juga boleh ^^

kalau mau, silahkan aja tulis :

Fandom :
Rating :
Genre :
Character/Pairing :

Silahkan~~

Miracle of Heart (Kokoro Kiseki KHR Version)

-+-Format Ffic-+-
Title :Miracle of Heart (Kokoro Kiseki-ココロ・キセキ)
Fandom :KHR (Based on Vocaloid)
Author : Rion Fuyushita
Rating :T
Genre :Angst/Hurt/Comfort
Character :D18 (DinoxHibari) XD
Discalimed : Dino ma Hibari bukan punya saya tapi Amano Akira XD Lagu Kokoro Kiseki juga bukan bikinan saya tapi bikinan Vocaloid XD


"Kami berhasil membuatnya Cavallone-sama, sesuai dengan apa yang kau inginkan." Seseorang berbicara dengan Dino disebuah tempat yang memiliki tabung berisi sesosok tubuh yang diam tidka bergerak.

He was a robot made by a human

"Benar-benar berhasil..." Sang bucking horse melihat tubuh yang mirip dengan orang yang paling penting didalam hidupnya itu. "Ini benar-benar sebuah keajaiban..."

At first he called His wonderful "miracle.."

Setelah tubuh itu diangkat, dia hanya berdiri tidak bergerak sama sekali. Sebuah robot yang diciptakan karena permintaan dari Dino sendiri yang menginginkan pembuatan robot yang mirip dengan orang itu.
Tersenyum, senyuman yang tidak terlihat selama ini semenjak kejadian itu. Dia mendekati tubuh robot itu dan dia membuka matanya.

"Kyoya...?" Dino tersenyum dan memanggil nama itu. Laki-laki itu memegang kepalanya yang lebih pendek dari dia. Tetapi, tidak ada reaksi apapun darinya. Hanya diam dan menatap Dino dengan tatapan mata yang kosong dan dingin. Bukan dingin seperti dia dulu, tetapi ini seperti tidak ada sesuatu yang bernama...
Hati...

Though something cannot be made
That one missing part
That piece is called a heart.
Programming...


Semenjak itu, 'Kyouya' hanya menganggapnya sebagai seseorang yang harus dipatuhi saja, bukan sebagai orang yang dia sayangi seperti dulu. Dia tidak mempunyai perasaan, perasaan yang dimaksud bukanlah seperti dulu, dulu dia masih bisa tersenyum, atau marah. Walaupun mungkin dia memang tidak bisa tertawa lepas, tetapi itulah Kyoya yang Dino tahu.

Tetapi, Dino tidak menyerah, dia terus berusaha untuk mengajarkan apa yang dinamakan perasaan. Walaupun para 'pencipta' Kyoya sudah menyerah memasukkan program bernama 'hati' tetapi tidak Dino. Dia selalu memperlakukan Kyoya yang sekarang sama seperti dulu.

"Kyoya, bagaimana kalau kita berlatih?"

"..."

"hei Kyoya, ayo kita mencari Hibird! Dia menghilang!"

"..."

"Sepertinya Tsuna dan yang lainnya akan datang hari ini."
"..."

Apapun yang dikatakan oleh Dino hanya dijawab dengan tatapan kosong dari mata itu. Tidak ada perasaan apapun yang dia rasakan. Tsuna yang mendengar bahwa Kyoya 'Dibuat' kembali atas usul Dino segera menuju kesana untuk melihat keadaan mereka.

"Dino-san, Hibari-san!" Tsuna melihat Hibari yang hanya menatapnya dengan tatapan kosong itu.

"Kau... Sawada Tsunayoshi... Dari keluarga Vongola. Dino-sama sudah menunggu diatas..." Menatap Tsuna dengan pandangan kosong dan memanggil Dino dengan sebutan yang lain daripada dulu. Tsuna dan yang lainnya hanya bisa diam dan bertemu dengan Dino.

"Ketika mendengar dia berbicara... Suaranya memang sama dengan Hibari-san, tetapi..." Tsuna hanya bisa menundukkan kepalanya, Dino hanya bisa tersenyum. "Tidak ada emosi didalam tubuhnya..."

"Makanya..." Dino tersenyum tipis dan melihat Tsuna. "Aku ingin memberitahukan padanya, bagaimana rasanya mempunyai emosi dan hati... Hanya itu harapanku..."

"I want to have him know"
"what emotion feels like"
The miracle scientist
Only hoped


Dino melihat kearah Hibari yang sedang duduk disana. "Midori Tanabiku Namimori no~" tiba-tiba Hibird terbang diatas Dino tetapi membuatnya mendapatkan ide untuk memasukkan hati kedalam Kyoya sekarang.

Walaupun semua usahanya selama ini gagal, dia tidak pernah menyerah dan mungkin ini adalah usahanya yang terakhir. "Kyoya, bisa kau kemari?" Dino memanggilnya keruangan aula.

"Ada apa Dino-sama..." Kyoya melihat Dino yang membawa Hibird disana.

"Bisa kau tirukan lagu yang dinyanyikan Hibird?" Dino menunjuk kearah Hibird yang bernyanyi lagu yang selalu disuruh oleh Hibari untuk dinyanyikan Hibird.

Kyoya hanya mengangguk dan menyanyikan lagu itu. Hanya mengikuti program didalam dirinya, dan hanya menghasilkan sebuah suara... Hanya lagu yang tidak didasari oleh hati dan perasaan...

So much failed ideas
Piling on as time went on
Only a voice
Kept singing without a
HEART OR MIND



Dino sedang duduk diberanda kamarnya memandangi pemandangan diluar sana. Dia hanya tersenyum lemah dan Kyoya ada dibelakangnya berdiri diam. "Kyoya..." Dino memanggilnya, dan Kyoya langsung menghampirinya.

"Apa... yang kau fikirkan ketika melihatku tersenyum...?" Tanya Dino tiba-tiba. Tetapi, Kyoya hanya diam dan tidak menjawabnya. Masih dengan tatapan kosong miliknya. Senyum Dino memudar dan akhirnya dia hanya melihat kedepannya saja.

"As you see me smile in your eyes"
"What is it that you think of?"

Darah...

Hanya karena cuaca dingin seperti ini sudah membuat Dino merasakan sakit yang luar biasa didadanya. Dan ketika terbatuk, cairan merah itu keluar dari mulutnya. Dino hanyalah orang biasa, dia tidak bisa menjadi orang kuat selamanya.

Usia 46 tahun...

Kesehatan Dino menurun, jantungnya lemah dan hanya karena terkena angin dingin sedikit saja dia sudah memuntahkan darah sebanyak itu. Tetapi dia hanya diam dan membiarkan Kyoya yang mengelap mulutnya yang penuh dengan darah.

"Dino-sama... sebaiknya kita masuk saja kedalam..." Jawab Kyoya. Sesuatu mengalir dari wajah Dino. Bukan darah atau apapun, tetapi hanya setetes air mata. Sampai kapan dia bisa bertahan dan menunggu Kyoya mengerti apa yang dia inginkan.

"Dino-sama... Kenapa kau menangis...?" Dia tidak mengerti... Tidak akan mengerti...

He is only a human he won't last forever
He cannot understand, no, not yet
"Why is it that you are crying?

Apa yang dimaksud perasaan bahagia...
Apa yang dimaksud perasaan sedih...
Hanya itu sesuatu yang tidak bisa ia bayangkan sekarang...

WONDERFUL THIS HEART THIS HEART WONDERFUL
What is that he meant by being happy?
WONDERFUL THIS HEART THIS HEART WONDERFUL
What is that he meant by being sad?
WONDERFUL THIS HEART THIS HEART FOREVER
It's something that I can't imagine!



"Kau tahu Kyoya... aku tidak pernah mempercayai keajaiban..." Dino terbaring lemah diatas tempat tidur. Hanya bisa tersenyum tipis disebelah Kyoya yang hanya duduk diam disana. "Tetapi, aku menyadari suatu hal.... Ada beberapa keajaiban yang hadir didalam hidupku..."

Dino memegang sebuah kotak yang selalu dia rawat dengan baik. Sebuah benda penting ada didalam sana. Benda yang sangat berarti baginya. "Pertama, keajaiban kau bisa ada didunia ini... kedua, ketika kau bersama denganku..." Dino terdiam dan membuka kotak itu.

Sebuah tonfa yang digunakan oleh Hibari...

"Kau tahu apa ini...?" Dino hanya tersenyum kecil melihat benda itu.

"Sebuah tonfa..."

"Selain itu...?" Lagi-lagi Kyoya hanya diam dan tidak menjawabnya.



"Hei Kyoya, aku ingin memberikan sesuatu!" Dino tertawa sambil memberikan Kyoya sebuah kotak yang berisi tonfa baru.

"Apa maksud semua ini Cavallone..." Kyoya malah mendeath glare Dino yang ada didepannya.

"Tonfa yang kau miliki sudah jelek, jadi aku membelikanmu tonfa yang baru..." jawabnya sambil tertawa menunggu reaksi Kyoya.

"Kalau begitu..." Sambil sedikit memain-mainkan tonfa itu ditangannya, lalu dia memasangkan dan bersiap untuk menyerang. "Sebaiknya aku mencari seseorang untuk menjadi percobaan serangan pertamanya bukan?"

"Hie! Kyoya jangan lakukan itu!"



"Maafkan kami Dino-san... Kami sudah berusaha untuk mencegahnya..." Tsuna dan yang lainnya beserta Dino berdiri didepan makam. Makam itu dipenuhi oleh karangan bunga yang berasal dari beberapa orang.
Hibari Kyoya, orang yang dikenal sangat kuat itu ternyata hidupnya berakhir dengan cepat. Pertempuran dengan musuh yang terjadi dimarkas vongola lah penyebabnya. "Dia berhasil keluar dari kejaran musuh... Tetapi, tiba-tiba dia kembali kedalam... Untuk mengambil tonfanya yang direbut oleh musuh..."

Tsuna memberikan sebuah kotak pada Dino. Dino hanya tersenyum dan melihat kotak itu. Tangannya bergetar dan walaupun dia tertawa, dia tidak bisa menahan air matanya yang keluar. "Bodoh... Kalau hanya tonfa itu... Aku akan memberikanmu berapapun yang kau mau... Kenapa kau malah kembali hanya karena benda ini..."



Mengingat peristiwa itu, hanya mebuat Dino semakin menderita. Dialah yang menyebabkan Kyoya meninggal, dan sekarang dia kembali tanpa ingatan apapun tentang dirinya yang tidak ada didalam program. Dia sudah mencapai batas... Walaupun program hati itu hampir saja selesai, dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk Kyoya mengerti program itu.

Tidak disadarinya, air matanya mengalir...

Dia tidak mau dan tidak bisa melihat Kyoya yang sekarang.

"Proffesor... kenapa kau menangis...?"

The first miracle was that you could ever be born

"Hei, namaku Dino Cavallone, dan aku akan menjadi tutormu mulai sekarang... Salam kenal Kyoya..."

The second miracle was that you ever could be with me

"Aku menyayangimu Kyoya... Apakah kau juga menyayangiku...?"

The third miracle was that you sang from the dephs of your heart

Sekali lagi Dino terbatuk dan mengeluarkan darah. Kyoya hanya diam dan mengelap mulutnya, secara tidak sengaja memegang tonfa yang ada dikotak itu. Sesuatu langsung masuk kedalam dirinya, tidak tahu apa... Tetapi, dia merasakan sesuatu yang hangat tetapi juga sakit...

"Kyoya...?" Dino melihat Kyoya yang hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya.

Tetapi, tiba-tiba dia bernyanyi...

Bukan hanya sebuah suara yang tidak mempunyai emosi dan perasaan tetapi ini adalah suara yang berasal dari hati...

"Kyoya kau...?" Dino melihat kearah Kyoya yang saat itu memandanginya. Pandangan mata yang sama seperti dulu, tidak kosong...

"Ada apa Cavallone...?" Kyoya hanya tersenyum tipis melihat Dino.

Dino sedikit terkeut mendengar dan melihat Kyoya, tetapi dia tersenyum dan memegang kepalanya. "Selamat datang kembali Kyoya... Dan... terima kasih..."

The fourth miracle was.. I don't need anything else

Tangannya jatuh begitu saja, tubuh itu tidak bergerak dan tidak bernafas lagi. Tetapi, yang terlihat di raut wajahnya adalah senyuman. Untuk yang pertama kalinya semenjak kejadian itu, dan untuk yang terakhir kalinya...

Dia melihat Kyoya yang dulu...



Melihat tubuh itu tidak bergerak, Kyoya hanya bisa terdiam. Tetapi, ada senyuman yang terukir diwajahnya. Dia menutup matanya, program itu terlau berat untuknya. Tubuh itu bukankah tubuh manusia yang bisa menerima hati. Tetapi, untuk yang terakhir kalinya dia bahagia karena dia bisa merasakan

Hati....

Sebuah kalimat yang dia ucapkan sebelum tubuh itu jatuh disamping Dino.
Terima kasih...

Thank you
Thank you


Monday, March 15, 2010

-Persona : Mirai no Sekai (未来の世界)- (Prologue)

 -+-Format Ffic-+-
Title :Persona : Mirai no Sekai (未来の世界)
Fandom :Based on Persona series
Author : Rion Fuyushita
Rating :T
Genre :Adventure/friendship
Character : Original character with some persona series character
Discalimed : Saya tidak memiliki ide pembuatan Persona, dan juga karakter-karakter. Semua mengenai Persona series kecuali cerita ini adalah milik Megami Tensei~

Chapter : Prologue, Oogaku


Bisa kalian bayangkan bagaimana dunia tanpa ada bayangan?

Kupu-kupu putih melambangkan jiwa yang menghilang, kupu-kupu hitam melambangkan kematian. Tetapi bagaimana dengan kupu-kupu yang mengeluarkan warna biru terang? Seekor kupu-kupu yang berwarna biru, bukanlah seperti kupu-kupu yang lainnya. Bahkan mungkin hanya ada satu ekor di dunia ini. Dan sekarang sedang terbang kearah seorang laki-laki berambut hitam yang sedang tertidur disana.
??? : ... *melihat kpu-kupu itu* kenapa kau hinggap saat aku sedang tidur... 

Laki-laki itu memegang kupu-kupu itu dan menerbangkannya kembali.
??? : sekarang pergilah....

Setelah yakin kupu-kupu itu pergi, dia melanjutkan tidurnya kembali dibawah pohon sakura.
?? : Ah, ternyata  dia benar-benar ada disini! Kei-kun, dia ada disini!
Kei : hm... Ternyata benar dia ada disini...

Dua orang laki-laki menghampiri siswa yang sedang tertidur itu. Dengan tangan yang disilangkan, Kei dan salah satu temannya melihatnya dengan tatapan dingin.
Kei : Ternyata kau ada disini... Dengan santainya, kau meninggalkan OSIS dan tidur disini...
Tetapi, laki-laki itu tetap tidur dan tidak bergerak.
Kei : baiklah Kozuka... Aku hitung sampai 3, kalau tidak bangun... *ambil burung yang ada didekat sana* dia yang akan aku bawa....
Kozuka : *bad mood* bisakah kau tidak mengganggu tidur siangku...?
Kei : oh bisa saja, itupun kalau kau tidak tidur pada sat rapat OSIS sedang berlangsung!
Kozuka : *berdiri* baiklah... Aku akan kesana sekarang...
Kei : baiklah, aku akan menunggumu... Ini hewan peliharaanmu aku kembalikan...

Burung itu terbang kearah Kozuka dan hinggap di bahunya.
Kozuka : *yawn* benar-benar hari yang melelahkan...
Kei : jangan menggerutu, aku benar-benar tidak percaya kalau kau terpilih menjadi ketua Oogaku...
Kozuka : bahkan aku tidak tahu kalau aku dicalonkan...
Kai : kau juga seperti itu bukan Sei?
Sei : *makan permen* hm? Khafau Akhu sih fhercaya sfaja....
Kai : bisa kau berhenti makan untuk sebentar saja? *mengambil permen itu dari Sei*
Sei : Huwaaaa!!!! Kozuka-kun *meluk Kozuka* Kai-kun nakal!
Kozuka : Kozuka-kun? *kesal* bukan urusanku...
Sei : *nangis* HUWAAA!!! Semuanya jahat, aku akan bilang pada sensei!
??? : ada apa kalian bertiga ini?
Seorang laki-laki dewasa yang berambut hitam dan memakai kacamata menghampiri mereka.
All : Miyanagi-sensei?!
Miyanagi : ada apa lagi Yamato-kun?
Sei : Kozuka dan Kai nakal, permenku diambil mereka!
Kozuka : tepatnya dia... *tunjuk Kai*
Miyanagi : sudahlah, jangan usil pada Yamato. Kozuka, Assahi...
Kai&Kozuka : baiklah sensei....
Miyanagi : baiklah, sekarang semua orang sudah menunggu di ruangan. Kalau kalian tidak segera kesana, kejadian bulan lalu akan terulang kembali. *smile*
All : B-baiklah sensei...

Pada akhirnya, dengan instruksi dari sang guru mereka bertiga berjalan menuju kesebuah ruangan yang lumayan besar. Disana ada beberapa orang yang sudah menunggu mereka.
Sei : Ah, akhirnya aku menemukannya juga! 
??? : ah syukurlah kalian cepat datang, sepertinya para senior sudah tidak sabar lagi...
Kai : maaf Yuri, aku lupa kebiasaannya yang selalu tidur ditempat yang sama.
Yuri : tetapi sudahlah, dimana dia?
Sei : eh? Itu di-

Kozuka yang seharusnya ada dibelakang Sei dan Kai menghilang lagi entah kemana.
Sei : EH?! KOZUKA-KUN DIMANA?!
All Senior : *death glare*
Yuri : s-sebaiknya kita segera mencari Kozuka, atau kita akan terbunuh! *dorong Sei dan Kai*

Kozuka sendiri, tidak menghiraukan mereka dan berjalan menuju kebawah lagi dan ditempat yang sama.
Kozuka : memangnya aku fikirkan masalah seperti itu...? *yawn*
??? : eh? Kozuka-kun? Kenapa kau ada disini?

Seorang wanita berambut putih panjang mendatanginya, membuat Kozuka menoleh kearahnya.
Kozuka : Ayaka... Kau bisa lihat sendiri kalau aku sedang tidur bukan?
Ayaka : bukannya hari ini ada pertemuan?
Kozuka : ...Kau sendiri?
Ayaka : karena ada eperluan dengan Yui-sensei aku jadi terlambat. Sekarang sedang menuju kesana, kau mau ikut?
Kozuka : tidak aku-
Kai & Sei : KETEMU KAU!
Kozuka : mereka tidak mudah menyerah... A-apa yang- *kaki diikat dan juga tangan* Hei, lepaskan a-
Kai : tidak akan, kalau au melepaskanmu kau akan kabur seprti tadi lagi.
Sei : baiklah, sekarang saatnya kembali! Rei-chan, ayo kita keruangan!
Ayaka : *swete* baiklah...

Akhirnya mereka berempat dengan Kai dan Sei yang mengendong Kozuka, kembali kedalam ruangan tadi. 
Kai : baiklah, rapat dimu- *kosong*
Sei: he? Kemana semua orang?
Kai : jangan bilang....
Kozuka : lagi-lagi seperti ini...
Yuri : ini daftar tugas yang harus kita lakukan selama 3 hari...
Ayaka : seperti biasa, pasti akan berakhir seperti ini...
Kozuka : benar-benar menyebalkan...
Kai : kozuka.... *kesal* INI SEMUA SALAHMU!

Mereka berlima adalah anggota dari organisasi utama disebuah sekolah bernama Oozora. Dipimpin oleh 5 oraang yang merupakan anggota inti, organisasi bernama Oogaku ini menjadi pengatur semua kegiatan disekolah. Tetapi, dri tahun ketahun ada satu peraturan yang tetap berlaku kapanpun dan siapapun disemua anggota Oogaku. Siapapun yang selama 30 menit terlambat dalam pertemuan baik junior maupun senior, akan dikenakan sanksi untuk melakukan apapun yang dikatakan oleh lainnya selama 3 hari.
Dan inilah yang terjadi pada mereka berlima, sang anggota inti. Dimulai dari Kozuka Shiraiki sang ketua, Kai Assahi sang wakil, Ayaka Yukishina sang penasihat, Yuri Shima sang sekertaris, dan Sei Yamato sang bendahara.
Kai : ini semua salahmu Kozuka... Padahal masih ada pekerjaanku yang belum selesai...
Kozuka : salahmu juga kenapa tidak menyelesaikannya...
Kai : emang kau sendiri sudah selesai!
Kozuka : *nunjuk kertas diatas meja*
Kai : ugh... yang pasti semua ini gara-gara kau yang untuk kesekian kalinya membuat aku dan yang lainnya terkena getah.
Kozuka : lagipula untuk apa kalian mencariku? 
All : tentu saja! Mana ada rapat tanpa ketua!
Kozuka : *menutup telinganya* Baiklah, baiklah...

Sei berjalan kesalah satu pintu yang ada disana.
Sei : ne~ Ayaka-chan, pintu apa ini?
Ayaka : hm? Memang ada pintu seperti itu disini?
Kozuka : peraturan nomor 12, tidak boleh membuka pintu yang ada disini... Mungkin itu yang dimaksud.
Sei : kalau dibilang tidak boleh aku jadi penasaran, baiklah! *membuka pintu*
Kai : oi oi! Kenapa malah dibuka!
Sei : soalnya aku penasaran bodoh!
Yuri : memang ada apa didalam sini...?

Akhirnya, selain Kozuka semuanya mengintip kedalam ruangan itu. Dinding ruangan itu terbuat dari kaca, dan ditengah ruangan terdapat 5 buah cermin yang saling menempel dan membentuk pentagon.
Yuri : hooo... ruangan yang aneh...
Sei : ruangan apa ini? Penuh dengan cermin...
Kai: tunggu dulu... bentuk ruangan ini, sepertinya aku pernah melihatnya. Tetapi, dimana ya...
Kozuka : Ruangan yang mirip dengan ritual persona-sama bukan?
Kai : Ah benar juga!
Sei, Yuri, Ayaka : persona-sama?
Kozuka : seperti memanggil roh yang bisa meramalkan masa depan. Setiap orang mempunyai sosok dirinya yang satu lagi. Dan dipercaya kalau itu adalah sosok bayangan kita dicermin.
Yuri : bagaimana kau bisa tahu tentang itu? *swete*
Kozuka : untuk apa ada buku?
Kai : hah... Kalau aku sih tidak percaya dengan hal seperti itu...
Ayaka : Bagaimana kalau kita mencobanya?

Beginner - 初心者

Baiklah, Selamat datang di Blog punya saya!
Sudah blog yang ketiga tapi ga ada yang berhasil.
Untuk yang ketiga kalinya, 

Perkenalkan, nama gw Rion Fuyushita!
Walaupun nama kaya gitu, asli saya adalah perempuan~
Tetapi, lebih suka pake char cowo daripada cewe XP

Pokoknya disini, gw bakan tulis semua ffic yang lagi dibuat atau yang sudah dibuat!

Silahkan nikmati semua ffic yang bakal gw tulis~